Selasa, 03 Juli 2012

MINI HYDRO

SALAH SATU SOLUSI LISTRIK DESA MANDIRI YANG RAMAH LINGKUNGAN



Di Indonesia salah satu program pemerintah adalah listrik masuk Desa. Hal ini dikarenakan masih banyaknya masyarakat terutama daerah pedesaan yang belum merasakan manfaat listrik. Untuk desa terpencil di daerah pegunungan misalnya, tidaklah ekonomis menghubungkan desa ini dengan hantaran tegangan tinggi. Sehingga pembangunan Pembangkit Listrik Mini-hydro (PLTM) merupakan salah satu jawaban atas program pemerintah tersebut disamping kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat.

Perkembangan listrik pedesaan yang belum terjangkau oleh jaringan listrik PLN masih tergantung pada pemakaian mesin diesel. Minat terhadap mesin diesel telah mengalami penurunan akhir-akhir ini, karena biaya operasional terutama harga bahan bakar yang terus meningkat dan kekurangan – kekurangan lainnya yang tidak dapat diabaikan, misalnya; pemadaman berkala, biaya kebutuhan pemeliharaan dan kesulitan yang dialami oleh para staf dalam melakukan pengiriman bahan bakar yang disebabkan oleh keadaan jalan desa yang belum memadai dan jarak yang cukup jauh dari agen penyuplai.

Stasiun Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro (PLTM) merupakan salah satu bentuk energi alternatif yang sangat mungkin untuk dikembangkan di negara - negara dengan sumber air yang tersebar luas, misalnya negara kita Indonesia. Di daerah pedesaan umumnya juga terdapat saluran irigasi utama yang berfungsi untuk mengairi sawah dan juga berpotensi digunakan sebagai pembangkit tenaga listrik.

Pembangkit Listrik Tenaga Mini-Hidro (PLTM) adalah Potensi tenaga air/hidro yang di proses menjadi tenaga listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Hidro. Mula-mula potensi tenaga air dikonversikan menjadi tenaga mekanik dalam turbin air. Kemudian turbin air tersebut memutar generator yang membangkitkan listrik. PLTM adalah salah satu teknologi energi yang paling hemat biaya dan dapat diandalkan untuk dipertimbangkan untuk menyediakan listrik yang bersih. Prinsip Pembangkitan listrik tenaga mini hidro hampir sama dengan PLTA pada umumnya. Yang membedakannya hanyalah pada daya output yang dihasilkan.

Berikut ini klasifikasi dari jenis pembangkit dilihat dari daya keluaran turbin:

1. Large-hydro (daya keluaran sampai 100 MW)
2. Medium-hydro (daya keluaran mulai 15 - 100 MW)
3. Small-hydro (daya keluaran mulai 1 - 15 MW)
4. Mini-hydro (daya keluaran mulai 100 kW- 1 MW)
5. Micro-hydro (daya keluaran sampai dari 5kW - 100 kW)
6. Pico-hydro (daya keluaran sampai 5Kw)

Keunggulan utama dari mini hydro adalah:

  • Tinggi efisiensi (70% - 90%) dengan jauh terbaik dari semua teknologi energi
  • Faktor kapasitas tinggi biasanya (typically > 50%)
  • Tinggi tingkat prediktabilitas bervariasi dengan pola curah hujan tahunan
  • Lambat laju perubahan, daya keluaran hanya bervariasi secara bertahap sampai saat ini (bukan dari  menit ke menit).
  • Korelasi yang baik dengan output permintaan maksimum dalam musim dingin
  • Ini adalah teknologi yang kuat dan berkelanjutan. sistem dapat dengan mudah dirancang untuk bertahan selama 50 tahun atau lebih.
  • Bersih Lingkungan
  • Energi yang terbarui (Renewable Energy)
  • Tidak konsumtif terhadap pemakaian air
  • Mudah dioperasikan sebagai base load maupun peak load (dapat dengan cepat on/off)
  • Biaya operasi rendah
  • Tahan Lama (Long Life)
  • Range biaya: $1.200 – $6.000 per installed kW
  • Sesuai untuk daerah terpencil

Keuntungan ekonomis dari dari pembangkit listrik tenaga mini-hidro dapat dicapai manakala disertai dengan perencanaan yang matang. Dan dengan melibatkan peran masyarakat setempat secara aktif, sejak awal pembangunan proyek dan terintegrasi baik dari aparat maupun warga desanya. Keuntungan ini bisa berbentuk:

OFF GRID.daya yang dihasilkan hanya digunakan oleh penduduk / komunitas sekitar baik karena daya yang dihasilkan terbatas maupun tidak terjangkau oleh jaringan PLN. Pengoperasian dan pengelolaannya dapat diserahkan langsung kepada pengurus desa setempat melalui badan usaha koperasi. Masyarakat pengguna energi listrik dari minihidro membayar iuran ke koperasi untuk menjaga kesinambungan operasi minihidro.

ON GRID.daya yang dihasilkan digunakan untuk konsumsi penduduk sekitar pembangkit mini hidro dan dijual ke PLN melalui saluran distribusi yang ada, jika terjadi kelebihan suplai energi listrik.

Namun demikian kebanyakan proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mini-hidro (PLTM) menghadapi berbagai hambatan seperti rendahnya faktor beban, kurangnya data yang cukup dan peran serta masyarakat setempat, hingga mempengaruhi tingginya biaya dan waktu yang dibutuhkan. Namun secara umum dapat disimpulkan bahwa PLTM sangat efisien, ramah lingkungan dan Renewable energy. Dengan begitu disarankan untuk daerah terpencil dengan pasokan listrik kurang memadai agar mempertimbangkan salah satu alternatif pembangkitan listrik ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.